
HMJ HES dan HMJ IAT Gelar Femina Talk Show, Bahas Nilai Perempuan dari Perspektif Hukum dan Al-Qur’an
- Posted by Humas Fakultas Syariah
- Categories Berita HES
- Date 02/10/2026
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Ekonomi Syariah dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sukses melaksanakan kegiatan FEMINA TALK SHOW dengan tema “Beyond Beauty: Melampaui Standar Kecantikan, Menemukan Nilai Perempuan dalam Perspektif Hukum dan Al-Qur’an.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026 di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin dengan jumlah peserta sebanyak 56 orang. Kegiatan dikemas dalam bentuk talk show yang membahas persoalan perempuan melalui perspektif hukum dan Al-Qur’an.
Kegiatan diawali dengan rangkaian pembukaan yang dipandu oleh MC Formal Putera-Puteri Hukum Ekonomi Syariah. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Pelaksana, Fita Riyalti, serta sambutan dari Ketua Umum HMJ HES, Muhammad Rayhul Padillah, Ketua Umum HMJ IAT, Yasin Ma’ruf Yumna, dan Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah, Muhammad Sauqi Ansari. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan sambutan Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Muhamad Rahmani Abduh, S.H., M.H., sekaligus membuka kegiatan FEMINA TALK SHOW.
Foto bersama seluruh tamu undangan dan Peserta pada kegiatan Femina Talk Show.
Memasuki acara inti, FEMINA TALK SHOW menghadirkan dua narasumber dengan latar keilmuan yang berbeda, yaitu Mentari Fajarina, S.H., M.Kn. yang membawakan perspektif hukum dan Wardatun Nadhiroh, Ph.D. yang membawakan perspektif Al-Qur’an. Diskusi dipandu oleh moderator, Alfina, yang memantik pembahasan melalui berbagai persoalan perempuan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam perspektif hukum, pembahasan perempuan diarahkan pada bagaimana perempuan memiliki kedudukan, hak, perlindungan, serta ruang yang setara untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Pembahasan juga menyoroti bagaimana perempuan perlu memahami hak-haknya agar mampu mengenali berbagai bentuk perlakuan yang merugikan serta memahami posisi hukum dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan.
Sementara itu, perspektif Al-Qur’an memberikan sudut pandang mengenai hakikat penciptaan dan kemuliaan perempuan. Pembahasan tidak hanya melihat perempuan dari aspek fisik, tetapi juga menempatkan perempuan sebagai manusia yang memiliki nilai, potensi, peran, dan tanggung jawab. Nilai seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh penampilan atau standar kecantikan yang dibentuk oleh lingkungan sosial, melainkan oleh kualitas diri, akhlak, dan kontribusinya.

Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian dalam pembahasan adalah beauty privilege, yaitu kondisi ketika penampilan fisik dapat memengaruhi cara seseorang dipandang, diperlakukan, atau memperoleh kesempatan dalam lingkungan sosial. Fenomena tersebut kemudian dikaitkan dengan standar kecantikan yang berkembang di masyarakat dan media, serta bagaimana perempuan dapat membangun penghargaan terhadap dirinya tanpa menjadikan standar fisik sebagai satu-satunya ukuran nilai diri.
Melalui dua perspektif tersebut, FEMINA TALK SHOW berupaya memberikan pemahaman yang lebih luas bahwa persoalan perempuan tidak hanya berkaitan dengan kecantikan atau penampilan, tetapi juga menyangkut identitas, martabat, hak, peran, potensi, perlindungan, serta nilai perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Foto disaat kegiatan talk show berlangsung.
Kegiatan FEMINA TALK SHOW berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa hingga sarjana. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan wawasan yang lebih luas dalam melihat berbagai persoalan perempuan, khususnya melalui perspektif hukum dan Al-Qur’an.
Selain memberikan ruang edukasi, kolaborasi antara HMJ Hukum Ekonomi Syariah dan HMJ Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir juga menjadi langkah untuk mempererat hubungan antarlembaga mahasiswa serta membuka ruang kolaborasi lintas disiplin keilmuan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa persoalan sosial, termasuk isu perempuan, dapat dikaji melalui berbagai perspektif keilmuan sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih utuh dan relevan bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Melalui FEMINA TALK SHOW, HMJ HES dan HMJ IAT berharap kegiatan kolaboratif semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan bertukar gagasan dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah Masyarakat.
Foto Bersama Panitia Pelaksana Femina Talk Show, HMJ HES dan HMJ IAT.



