
INTERNALISASI NILAI DEMOKRASI, PRODI HUKUM TATANEGARA (SIYASAH SYAR’IYYAH) FAKULTAS SYARIAH GELAR PENYULUHAN HUKUM DI PONPES AL-FALAH PUTERI
BANJARBARU — Jumat (02/10/2026) Komitmen civitas akademika dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan secara nyata oleh Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Mengusung tema strategis “Demokrasi dan Kepemimpinan Perempuan” dengan semangat utama “Perempuan Berdaya, Demokrasi Kuat”, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini sukses digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri.
Kegiatan yang berlangsung khidmat namun interaktif dari pukul 08.30 ini menyasar para santriwati sebagai bagian dari elemen penting generasi muda bangsa. Pemilihan pondok pesantren sebagai pusat diseminasi ilmu hukum tata negara dilandasi oleh kesadaran bahwa literasi politik, konstitusi, dan kepemimpinan harus ditanamkan sejak dini kepada kalangan santri, khususnya perempuan.
Membangun Kesadaran Konstitusional dan Kapasitas Kepemimpinan Santriwati
Dalam sesi penyuluhan, Pemateri dari Prodi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah),
Novy Listiana, M.H., membedah bagaimana Islam dan sistem ketatanegaraan Indonesia menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat dan strategis dalam ruang publik. Demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai prosedur elektoral semata, melainkan sebuah instrumen keadilan sosial yang menuntut keterlibatan aktif dan kritis dari seluruh elemen warga negara tanpa terkecuali.

Gambar 1. Dosen Hukum Tatanegara Fakultas Syariah, Novy Listiana, M.H., memaparkan penyuluhannya
Para santriwati diajak untuk memahami bahwa menjadi perempuan yang berdaya di era modern tidak bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. Sebaliknya, pemahaman yang komprehensif mengenai hukum tata negara akan membekali mereka dengan kerangka berpikir yang matang untuk mengambil peran kepemimpinan, baik di tingkat lokal maupun nasional kelak.
Ruang Diskusi Interaktif dan Sinergi Pesantren-Kampus
Suasana kegiatan menjadi semakin dinamis tatkala sesi dialog dan tanya jawab dibuka. Para santriwati Pondok Pesantren Al-Falah Puteri tampak antusias melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar peran perempuan dalam panggung politik, batasan etika kepemimpinan menurut pandangan hukum positif dan Islam, serta cara generasi muda mengawal proses demokrasi yang bersih.

Gambar 2. Santriwati menyimak panyuluhan dengan antusias
Antusiasme ini menunjukkan tingginya tingkat ketertarikan santriwati terhadap isu-isu kebangsaan. Melalui dialog dua arah tersebut, kegiatan PkM ini berhasil menjadi jembatan efektif antara diskursus akademik di perguruan tinggi dengan realitas pendidikan karakter di lingkungan pesantren.
Menyongsong Masa Depan Demokrasi yang Inklusif
Pelaksanaan program PkM ini menegaskan bahwa Fakultas Syariah UIN Antasari terus konsisten hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi hukum yang mencerahkan. Melalui tema “Demokrasi dan Kepemimpinan Perempuan”, diharapkan tumbuh kader-kader bangsa dari lingkungan pesantren yang memiliki integritas tinggi, wawasan kebangsaan yang luas, serta keberanian moral untuk memimpin perubahan ke arah yang lebih baik.

Gambar 3. Penyerahan kenang-kenangan dari prodi HTN kepada pihak pesantren
Rangkaian kegiatan penyuluhan hukum di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan, sesi foto bersama jajaran pengasuh dan seluruh santriwati peserta penyuluhan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.(nl)





