
Mahasiswa Program Khusus Perbandingan Mazhab (PKPM) Fakultas Syariah Gelar Halaqoh Keilmuan, Bahas Peluang dan Tantangan Riset
- Posted by Humas Fakultas Syariah
- Categories Berita PM
- Date 16/09/2026
Banjarmasin – Mahasiswa Program Khusus Perbandingan Mazhab (PKPM) Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin menyelenggarakan Halaqoh Keilmuan dengan menghadirkan Dani Muhtada, S.Ag, M.Ag., M.A., M.P.A, Ph. D, Pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada Semarang, sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung pada Selasa pukul 16.00 WITA hingga selesai, bertempat di Masjid Abdurrahman Ismail, Kampus 1 UIN Antasari Banjarmasin.
Halaqoh Keilmuan tersebut mengangkat tema “Riset bagi Mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) & Program Khusus Perbandingan Mazhab (PKPM): Peluang dan Tantangan.” Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus membangun motivasi dalam mengembangkan tradisi riset dan budaya akademik.
Dalam kajiannya, Dani Muhtada menguraikan enam syarat utama dalam menuntut ilmu sebagaimana dijelaskan dalam Ta’lim al-Muta’allim, yaitu zaka (kecerdasan), hirsun (semangat), ishtibar (kesabaran), bulghah (bekal), irsyadu ustadz (bimbingan guru), dan thuluz zaman (panjangnya waktu).
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan perlu terus diasah melalui membaca, berpikir, dan belajar secara konsisten. Mahasiswa juga dituntut memiliki semangat yang tinggi serta kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pendidikan dan penelitian.
“Mahasiswa harus memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu. Jangan mudah merasa lemah atau putus asa. Setiap mahasiswa memiliki peluang untuk berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk melanjutkan studi ke luar negeri,” ungkapnya.
Narasumber juga mengingatkan mahasiswa agar mampu memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak berlebihan dalam menggunakan gawai. Menurutnya, proses penguasaan ilmu membutuhkan waktu yang panjang sehingga mahasiswa perlu menjalani pendidikan dengan tekun dan tidak hanya berorientasi pada perolehan ijazah.
Selain itu, bimbingan guru menjadi salah satu unsur penting dalam proses memperoleh ilmu. Mahasiswa perlu menghormati dan membangun hubungan yang baik dengan guru maupun dosen pembimbing. Bekal berupa fasilitas belajar, lingkungan akademik, serta akses terhadap sumber ilmu juga perlu dimanfaatkan secara optimal.
Kegiatan yang dipandu oleh Ustadz Dr. Mujiburohman, M.A. dan Ustadz Najib tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa PKPM untuk semakin aktif dalam kegiatan riset. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan tentang penelitian, tetapi juga mendapatkan penguatan motivasi untuk menjalani proses akademik secara konsisten dan berkelanjutan.
Halaqoh Keilmuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa PKPM Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin dalam membangun budaya keilmuan dan memperkuat kapasitas riset sebagai bekal menghadapi tantangan akademik maupun pengembangan keilmuan di masa mendatang.
Penulis: Naila Rihadatul Aisyi/ IU

Dr. Mujiburohman, M.A. memandu jalannya kegiatan Halaqoh Keilmuan

Penyampaian Materi oleh Dani Muhtada, S.Ag, M.Ag., M.A., M.P.A, Ph. D, Pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada Semarang

Foto Bersama Mahasiswa Program Khusus Perbandingan Mazhab (PKPM) dengan Narasumber
Tag:PKPM HALAQOH



