
Bawa Moderasi Beragama dan Budaya Banjar, Mahasiswa Perbandingan Mazhab Tuntaskan KKN Internasional di Thailand

Banjarmasin – Novrida Rahim Purnama, mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin angkatan 2022, menuntaskan rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026 di Thailand Selatan.
Bersama 11 mahasiswa UIN Antasari lainnya, Novrida menjalani program pengabdian selama lebih dari sebulan, 9 Agustus – 13 September 2026, di Pondok Pesantren Al-Irsyad, Yala, Thailand Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Antasari Banjarmasin.
Mengusung tema “Penguatan Moderasi Beragama dan Diplomasi Budaya Banjar melalui Kuliah Kerja Nyata Internasional di Thailand Selatan”, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengajar sekaligus memperkenalkan budaya Kalimantan Selatan kepada masyarakat setempat.
Selama di Yala, Novrida dan tim terlibat dalam kegiatan pembelajaran, pendampingan santri, serta berbagai program edukasi dan kebudayaan. Mereka mengenalkan budaya Banjar melalui program Explore South Borneo dan “South Borneo Food Festival”, yang menghadirkan kuliner khas seperti iwak karing batanak, mandai, dan nasi kuning masak habang.
Pengenalan budaya tidak berhenti pada kuliner. Mahasiswa juga memperkenalkan rumah adat, pakaian, kesenian, bahasa Banjar, serta kehidupan akademik UIN Antasari melalui video, kuis, dan sesi tanya jawab.
Di ruang kelas, Novrida bersama tim mengembangkan pembelajaran yang melibatkan santri secara aktif. Selain materi keagamaan dan bahasa, mahasiswa mengadakan workshop penerjemahan bahasa Arab ke bahasa Melayu, edukasi manajemen waktu, serta pembuatan mading “The Wall of Inspiration” berbasis ayat Al-Qur’an.

Kegiatan juga diperluas ke pengembangan keterampilan santri melalui pelatihan rebana, angklung, dan Master of Ceremony (MC).
Antusiasme santri menjadi salah satu pengalaman yang berkesan bagi Novrida. Dalam kegiatan pembelajaran, santri tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi, menulis dan menyusun kalimat dalam bahasa Melayu, serta mempresentasikan hasil pekerjaan mereka.

Bagi Novrida, pengalaman tersebut memperluas wawasan tentang keberagaman masyarakat Muslim sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa budaya Banjar ke ruang yang lebih luas.
Ia berharap KKN Internasional UIN Antasari dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dan mengabdi di lingkungan lintas negara.
KKN Internasional 2026 di Thailand Selatan pada akhirnya tidak hanya menjadi pengalaman pengabdian bagi Novrida dan tim. Program ini juga menjadi ruang perjumpaan budaya, tempat mahasiswa belajar dari masyarakat setempat sekaligus memperkenalkan identitas Banjar melalui pendidikan, keagamaan, dan kebudayaan.
(Pewarta: Astridina Iranda/Penyunting: Ahmad Muhajir)



