
DOSEN FAKULTAS SYARIAH UIN ANTASARI JADI PEMBICARA DALAM SEMINAR INTERNASIONAL NUSA 2026 di MALAYSIA
SARAWAK, MALAYSIA — Kerja sama akademik antara UIN Antasari Banjarmasin dan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) diwujudkan melalui penyelenggaraan NUSA 2026: International Borneo–Kalimantan Knowledge and Society Seminar, Jumat (9/10/2026). Dalam kegiatan internasional yang diselenggarakan bersama oleh Fakultas Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi UNIMAS dan UIN Antasari Banjarmasin tersebut, dosen Fakultas Syariah UIN Antasari, Dr. Hj. Rabiatul Adawiyah, S.Ag., M.Ag., menjadi salah satu pembicara.
Mengusung tema Merentas Sempadan, Menyatukan Ilmu atau Melintasi Batas, Menyatukan Ilmu, seminar ini menjadi bagian dari pelaksanaan kerja sama kedua perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pertukaran pengetahuan. Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi dari Indonesia dan Malaysia untuk berbagi hasil kajian serta memperkuat hubungan keilmuan di kawasan Borneo–Kalimantan.
Dr. Hj. Rabiatul Adawiyah menyampaikan presentasi pada Sesi II, pukul 10.45–11.00 waktu setempat. Partisipasinya sebagai pembicara menjadi bentuk keterlibatan akademik dosen Fakultas Syariah dalam forum ilmiah internasional sekaligus bagian dari kontribusi UIN Antasari dalam pelaksanaan kerja sama lintas negara.
NUSA 2026 dilatarbelakangi kedekatan geografis, sejarah, budaya, dan agama antara Sarawak dan Kalimantan. Kedua kawasan yang berada di Pulau Borneo ini memiliki sejumlah kesamaan sekaligus menghadapi tantangan pembangunan masyarakat yang membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengembangan kajian bersama.
Buku program mencatat keterlibatan 14 pembicara, terdiri atas enam akademisi UIN Antasari Banjarmasin dan delapan akademisi UNIMAS. Presentasi dilaksanakan dalam tiga sesi yang menjadi ruang berbagi hasil penelitian dan pemikiran akademik mengenai ilmu pengetahuan serta kehidupan masyarakat.
Partisipasi UIN Antasari dalam kegiatan ini melibatkan akademisi dari berbagai bidang keilmuan. Di antara pembicara dari UIN Antasari adalah Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Ag., Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Humaniora; Dr. Muhammad Iqbal, S.Th.I., M.Si., Ketua Program Studi S3 Studi Islam pada Program Pascasarjana; Mahmudah, M.Pd.I., Ketua Program Studi S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sekaligus mahasiswa S3 Studi Islam; serta Armiah, S.IP., M.Si., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi sekaligus mahasiswa S3 Studi Islam.
Selain Dr. Rabiatul Adawiyah, dosen Fakultas Syariah lainnya yang turut serta dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Budi Rahmat Hakim, S.Ag., M.HI., yang juga menjabat Koordinator Pusat Penelitian pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Antasari Banjarmasin. Keterlibatan dosen Fakultas Syariah dan unsur pengelola penelitian ini turut memperlihatkan dimensi pendidikan dan penelitian dalam pelaksanaan kerja sama kedua institusi.
Bagi Fakultas Syariah UIN Antasari, partisipasi Dr. Hj. Rabiatul Adawiyah sebagai pembicara menjadi bagian dari pengembangan jejaring akademik internasional dan dokumentasi aktivitas ilmiah dosen pada forum lintas negara. Keterlibatan tersebut juga mendukung upaya fakultas dalam memperluas ruang pertukaran pengetahuan dan memperkuat hubungan akademik dengan perguruan tinggi mitra.
Melalui NUSA 2026, kerja sama UIN Antasari Banjarmasin dan UNIMAS diharapkan terus berkembang melalui kegiatan pendidikan, penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan pertukaran akademik yang berkelanjutan. Dengan demikian, kedekatan sejarah dan budaya masyarakat Borneo–Kalimantan dapat menjadi landasan bagi kolaborasi keilmuan yang memberikan manfaat bagi kedua institusi dan masyarakat luas.

Buku Program NUSA 2026:



