
Setelah Penantian Panjang, Ratusan Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Berhasil Saksikan Hilal di Pantai Batakan Baru
TANAH LAUT — Ratusan mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin berhasil menyaksikan hilal secara langsung dalam kegiatan latihan rukyatul hilal di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini bertepatan dengan 1 Jumadil Awal 1448 H, sehingga hilal yang diamati merupakan hilal yang telah berumur satu hari. Karena itu, praktik ini bukan rangkaian penentuan awal bulan Kamariah, melainkan latihan observasi hilal untuk memperkuat keterampilan mahasiswa dalam mengaitkan hisab dan rukyat. Keberhasilan ini menjadi momentum istimewa setelah pelaksanaan praktik pada tahun-tahun sebelumnya kerap terkendala kondisi cuaca dan keterlihatan langit.
Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Syariah UIN Antasari ini melibatkan mahasiswa dari empat program studi, yakni Hukum Keluarga Islam (HKI), Perbandingan Mazhab (PM), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Hukum Tata Negara (HTN). Melalui kegiatan lapangan tersebut, mahasiswa berkesempatan menghubungkan pengetahuan teoritis tentang ilmu falak dengan pengalaman pengamatan secara langsung.

Keberhasilan pengamatan kali ini menghadirkan kegembiraan bagi mahasiswa, panitia, dan dosen pendamping. Selain memberikan pengalaman akademik yang berharga, kegiatan ini memperkuat pembelajaran ilmu falak sebagai bidang keilmuan yang memadukan perhitungan astronomis, pengamatan empiris, dan pemahaman terhadap kondisi alam.
Praktik observasi ini diselenggarakan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai cara mengamati keberadaan hilal (bulan sabit) sebagai penanda awal bulan Kamariah. Secara astronomis, ijtimak atau konjungsi Matahari, Bulan, dan Bumi terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Namun, berdasarkan data hisab, posisi Bulan saat itu masih berada di bawah ufuk sehingga belum memungkinkan untuk diamati dari lapangan.
Pada Minggu (11/10/2026), posisi hilal di Pantai Batakan Baru sebagai titik pengamatan telah berada di atas 5 derajat. Meski demikian, dengan mempertimbangkan kondisi udara Kalimantan yang cenderung berkabut serta faktor alamiah lainnya, panitia memilih Senin (12/10/2026) untuk meningkatkan peluang keterlihatan hilal.
Pada hari pelaksanaan, Matahari terbenam di ufuk barat Pantai Batakan Baru pada pukul 18.14 WITA, ketika posisi Bulan tercatat 16 derajat 29 menit 13 detik. Secara teoretis, kondisi tersebut memungkinkan hilal diamati secara langsung. Hasilnya, pada pukul 18.33 WITA, tim rukyat Fakultas Syariah berhasil menyaksikan sekaligus mengabadikan kemunculan bulan sabit tipis di langit barat. Hilal terlihat selama kurang lebih 15 menit.

Rahman Helmi: Rukyatul Hilal Menjadi Laboratorium Hidup bagi Mahasiswa
Dosen Ilmu Falak UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Rahman Helmi, S.Ag., M.SI, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Ia membawakan materi Observasi Hilal Awal Bulan Kamariah sekaligus mendampingi mahasiswa dalam praktik pengamatan.
Sebagai dosen yang senantiasa mendampingi kegiatan rukyatul hilal setiap tahun, Rahman memiliki peran penting dalam menghubungkan pembelajaran di ruang kelas dengan pengalaman observasi di lapangan.
Dalam pesan evaluasi yang disampaikan melalui grup koordinasi pada Selasa (13/10/2026), Rahman menyebut keberhasilan pengamatan kali ini sebagai buah dari penantian panjang.
“Keberhasilan dalam rukyatul hilal kemarin sore merupakan buah dari penantian panjang. Selama ini praktik rukyat sering gagal karena cuaca tidak mendukung, langit berawan tebal,” tulisnya.
Menurut Rahman, kesempatan menyaksikan hilal secara langsung memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori dan melakukan perhitungan di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan mengamati fenomena langit yang menjadi objek kajian ilmu falak.
“Sore kemarin, dengan melibatkan mahasiswa dan didukung cuaca yang baik, kita berhasil menyaksikan hilal dengan mata kepala sendiri. Ini bukan sekadar praktik rutin, tetapi menjadi laboratorium hidup: mahasiswa tidak hanya menghitung dan membaca teori di kelas, tetapi langsung menyaksikan fenomena langit,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mengenai keterkaitan hisab, rukyat, dan realitas alam. Kebersamaan, kesabaran, serta rasa syukur turut menjadikan kegiatan tersebut berkesan bagi seluruh peserta.
“Kita bukan hanya melihat hilal, tetapi juga melihat semangat baru ilmu falak di kampus,” tulis Rahman.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi awal bagi pengembangan tradisi rukyatul hilal yang semakin baik di lingkungan Fakultas Syariah UIN Antasari.
Melalui praktik ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa hisab dan rukyat memiliki keterkaitan dalam kajian penentuan awal bulan Kamariah. Hisab menyediakan perhitungan astronomis mengenai posisi dan keadaan hilal, sedangkan rukyat merupakan upaya pengamatan langsung dengan mempertimbangkan kondisi ufuk, atmosfer, cuaca, dan faktor observasi lainnya.
Pengalaman tersebut sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, serta kemampuan mahasiswa menghubungkan konsep ilmiah dengan kenyataan di lapangan.
Kehati-hatian dan Mitigasi Kabut Asap Menjadi Perhatian
Pelaksanaan kegiatan tahun ini juga menghadapi tantangan kondisi lingkungan. Menjelang keberangkatan, kebakaran lahan dan kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan perjalanan rombongan menuju Pantai Batakan Baru.
Situasi tersebut mendapat perhatian Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Syariah UIN Antasari. Melalui grup koordinasi WhatsApp, ia menyampaikan pesan kehati-hatian dan langkah mitigasi untuk memastikan persiapan kegiatan tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan peserta.
Koordinasi dilakukan dengan memperhatikan informasi kondisi perjalanan dan laporan dari pihak-pihak yang berada di lapangan. Peserta juga diingatkan untuk menggunakan masker, menjaga kondisi kesehatan, serta mempersiapkan obat-obatan pribadi apabila diperlukan. Pendampingan dokter dari klinik UIN Antasari turut disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan akademik di luar kampus memerlukan persiapan yang tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran, tetapi juga mempertimbangkan keselamatan seluruh peserta.
Di lokasi pengamatan, kondisi cuaca yang relatif cerah dan kawasan yang dilaporkan bersih dari kabut asap memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan observasi. Kondisi yang mendukung ini menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengamatan hilal.

Miftah Faridh dan Pengalaman Mengorganisir Rukyatul Hilal
Keberhasilan kegiatan ini juga ditopang oleh kerja panitia yang mempersiapkan dan mengoordinasikan berbagai kebutuhan pelaksanaan. Miftah Faridh, MHI, bertindak sebagai ketua panitia pelaksana. Ia telah bertahun-tahun mengorganisir kegiatan rukyatul hilal Fakultas Syariah, sehingga memiliki pengalaman dalam mengoordinasikan persiapan, kebutuhan teknis, dan pelaksanaan kegiatan.
Dalam susunan kepanitiaan, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Wahidah, MHI, bertindak sebagai penanggung jawab, sedangkan Dr. Ahmad Muhajir, MA, bertugas sebagai koordinator. Kepanitiaan juga melibatkan dosen dan tenaga kependidikan yang bekerja bersama untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Persiapan mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi dan konsumsi hingga teknis pengamatan, kesehatan, serta keselamatan peserta. Sebanyak enam unit bus disiapkan untuk mendukung mobilitas rombongan mahasiswa menuju lokasi kegiatan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Miftah menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaannya melalui grup koordinasi WhatsApp.
“Alhamdulillah semua bis sdh sampai dgn selamat. Ulun atas nama panitia mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak/Ibu semua yang telah turut menyukseskan kegiatan Rukyatul Hilal Fakultas Syariah tahun 2026 ini,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan serta berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi semua pihak dan kemajuan Fakultas Syariah.
Apresiasi tersebut mencerminkan pentingnya kerja kolektif dalam penyelenggaraan kegiatan akademik yang melibatkan banyak peserta. Persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan perhatian terhadap kebutuhan peserta menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan.

Memperkuat Tradisi Akademik Ilmu Falak
Praktik Rukyatul Hilal merupakan salah satu bentuk pembelajaran lapangan yang penting bagi mahasiswa Fakultas Syariah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang observasi hilal, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana kegiatan ilmiah memerlukan persiapan, ketelitian, koordinasi, dan kemampuan membaca kondisi alam.
Keberhasilan menyaksikan hilal menjadi pengalaman yang bermakna, terutama karena pengamatan astronomis sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, awan, kejernihan atmosfer, dan keterlihatan ufuk. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan rukyatul hilal.
Bagi Fakultas Syariah UIN Antasari, kegiatan ini menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan tradisi akademik ilmu falak dan mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Pengalaman lapangan diharapkan memperkaya pemahaman mahasiswa sekaligus mendorong mereka untuk mempelajari ilmu falak secara lebih mendalam.
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari empat program studi ini juga memperlihatkan pentingnya kerja sama antara pimpinan fakultas, narasumber, panitia, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Seluruh unsur tersebut memiliki peran masing-masing dalam mendukung keberhasilan kegiatan.
Setelah penantian panjang, keberhasilan menyaksikan hilal secara langsung menghadirkan pengalaman akademik yang berkesan bagi mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin. Lebih dari sekadar praktik rutin, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara teori dan pengalaman empiris, sekaligus penguat semangat pengembangan ilmu falak di lingkungan perguruan tinggi.
(Dilaporkan oleh Ahmad Muhajir dan Iqnaul Umam Ashidiqi)

Video Kegiatan Rukyatul Hilal: https://www.instagram.com/reel/DeeI8ORS-_H/?psln=MTR5ZGQzd2VzYzN2Nw==



