
Dekan Fakultas Syariah UIN Antasari Perkuat Jejaring Akademik Internasional dan Hadir dalam Forum Kajian Hukum Islam di Mesir
MESIR – Dekan Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Hj. Wahidah, M.H.I., mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan penguatan kerja sama internasional di Mesir pada 13–22 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Benchmarking Akademik dan Penguatan Kerja Sama Internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU).
Program tersebut melibatkan 40 profesor perempuan dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia. Kehadiran Prof. Wahidah dalam delegasi ini menjadi salah satu bentuk partisipasi UIN Antasari Banjarmasin dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kerja sama lintas negara.
[FOTO 1 – FOTO BERSAMA DELEGASI APMNU DI MESIR]

Program APMNU tersebut memiliki sejumlah agenda strategis, antara lain membangun jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di negara tujuan, melakukan benchmarking pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan perempuan, serta menginisiasi kerja sama penelitian, publikasi ilmiah, dan pertukaran dosen maupun mahasiswa.
Salah satu agenda penting yang diikuti Prof. Wahidah adalah seminar interaktif bertema “Meneguhkan Perspektif Gender dalam Kajian Hukum Islam dan Mendorong Transformasi Riset untuk Pengembangan Keilmuan” yang diselenggarakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 19.00 waktu Mesir, bertempat di Aula KMJ, Hay Asyir, Mesir.
Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi PCI Fatayat NU Mesir dan HIMMAH RAM ini menjadi ruang dialog akademik bagi para profesor dan peserta untuk membahas perkembangan kajian hukum Islam, perspektif gender, serta transformasi riset dalam merespons berbagai persoalan kontemporer. Seminar tersebut secara khusus diperuntukkan bagi kalangan mahasiswi.
Dalam forum tersebut, Prof. Wahidah hadir sebagai salah satu narasumber dengan mengangkat materi “Pembelaan Fikih Waris terhadap Perempuan: Isu Keadilan Gender.” Materi ini mengangkat persoalan penting dalam kajian hukum Islam, khususnya bagaimana fikih kewarisan dapat dikaji dalam hubungannya dengan perlindungan hak-hak perempuan dan wacana keadilan gender.
[FOTO 2 – DEKAN FAKULTAS SYARIAH SEBAGAI NARASUMBER SEMINAR]


Melalui tema tersebut, kajian fikih waris ditempatkan dalam ruang diskusi akademik yang lebih luas, terutama mengenai relasi antara ketentuan hukum Islam, hak perempuan, dan prinsip keadilan. Kehadiran Prof. Wahidah sekaligus membawa perspektif keilmuan Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin ke dalam forum akademik internasional.
Seminar ini juga menghadirkan sejumlah profesor dari perguruan tinggi Islam Indonesia, yaitu Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Mufliha Wijayati, M.S.I. dari UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Hj. Wardah Nuroniyah, S.H.I., M.S.I. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Prof. Dr. Hj. Andi Sukmawati Assaad, S.Ag., M.Pd. dari UIN Palopo. Diskusi dipandu oleh Arifatun Nisa Birziqi Adhim selaku Ketua PCI Fatayat NU Mesir.
Selain berpartisipasi dalam forum akademik, delegasi APMNU juga melaksanakan kunjungan ke Rabithah Jamiat Islamiyah atau Asosiasi Universitas Islam di Mesir pada 18 Oktober 2026. Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.30–11.00 waktu setempat tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik dan kelembagaan antara Indonesia dan Mesir.
Dalam surat pengajuan kunjungan yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Rabithah Jamiat Islamiyah, Prof. Dr. Sami Al-Syarif, APMNU menyampaikan maksud untuk membangun pertukaran akademik serta menjajaki berbagai kemungkinan kerja sama. Agenda yang diusulkan mencakup kuliah umum, diskusi akademik mengenai pengembangan kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi, pertemuan dengan departemen dan pusat penelitian terkait, serta penjajakan kerja sama pada masa mendatang.
[FOTO 3 – KUNJUNGAN DELEGASI APMNU KE RABITHAH JAMIAT ISLAMIYAH]

Dalam dokumentasi kegiatan, Prof. Wahidah juga tampak menerima sertifikat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan delegasi APMNU. Dokumentasi tersebut menjadi salah satu rekaman partisipasi Dekan Fakultas Syariah dalam agenda akademik dan penguatan jejaring internasional.
[FOTO 4 – PENYERAHAN SERTIFIKAT KEPADA DEKAN FAKULTAS SYARIAH]

Keikutsertaan Dekan Fakultas Syariah dalam rangkaian kegiatan ini memiliki arti penting bagi pengembangan kelembagaan. Selain memperluas hubungan dengan komunitas akademik internasional, partisipasi tersebut membuka ruang pertukaran gagasan dan pengalaman dalam pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, serta penguatan kajian hukum Islam.
Bagi Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin, keterlibatan dalam forum internasional semacam ini merupakan bagian dari upaya memperkuat eksistensi dan kontribusi keilmuan di tengah perkembangan dunia akademik global. Kajian hukum Islam, termasuk fikih kewarisan dan isu keadilan gender, menjadi salah satu bidang yang dapat terus dikembangkan melalui dialog lintas perguruan tinggi dan pertukaran perspektif keilmuan.
Melalui partisipasi tersebut, Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin diharapkan semakin aktif membangun jejaring akademik internasional, mengembangkan kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah, serta memperluas kontribusi keilmuan Islam yang responsif terhadap perkembangan masyarakat.
(Dilaporkan oleh AM)
Dokumentasi Foto Kegiatan:




